| REGISTRATION | ||||||
|
| CONTRIBUTOR | ||||
|
| FRIENDS BLOG | ||
|
| POPULARITY CHECK | |||||
|
FOR MEMBERS: ENTER HERE
| www.dwsurveyor.com | Copyright © 2011, DwSurveyor All Rights Reserved. Privacy Policy |
DONATOR LIST:
Toni
Indrawan
Dwi Bintoro
Thanks to all donators
Total user Terdaftar
374
Patok BM (Bench Mark)
Adalah patok Ikat Permanen Survey
Patok ini biasa dibuat dengan sement dan paralon cor dengan ukuran 30x30x20, dan berpasangan minimal 2 buah
Kritical Status High, karena membutuhkan waktu lebih dari 4 hari untuk 2 buah patok
Patok Poligon
Adalah patok yang diukur secara menutup (dimulai dan diakhiri pada patok yang berkoordinat benar)
Critical Patok Medium, karena membutuhkan lebih dari 1 hari untuk satu pengukuran tertutup.
Expand Patok
Adalah melempar patok dari patok polygon atau BM terdekat
Critical patok Low, karena membutuhkan setidaknya 1 jam untuk 1 patok
Elevasi
Ketinggian dari sebuh permukaan / bidang
Contur
Garis khayal yang menghubungkan titik titik yang mempunyai elevasi yang sama
Highwall
Dalam arti sesungguhnya merupakan batas paling atas tambang . Tetapi disini kita anggap juga sebagai Pit Limit, yaitu batas terluar penggalian.
Letak dan tempat
Titik titik terluar dari tambang
Disposal Limit
Merupakan batas tanah buangan
Letak dan tempat
Jika pita putih merah berada di bawah, berarti itu batas bawah disposal.
Jika pita terpasang diatas (tepi disposal), berarti daerah tersebut tidak bisa dilebarkan lagi tetapi masih bisa dinaikkan.
Jika pita terpasang ditengah (sekitar 5-10 meter dari tepi disposal), berarti dumpingan cukup dan akan dinaikkan lagi sesuai letak pita tersebut.
Cropline
Merupakan batas akhir batubara.
Letak dan tempat
Berada di tepi tambang dimana batubara sudah hilang karena pelapukan. Yang menunjukkan bahwa daerah tersebut batas akhir barubara, lebih dari pita tersebut batubara kosong (hilang).
Dan bila berada didalam pit, merupakan batas dimana batubara yang sudah terambil dan mana yang belum.
Dig Limit
Merupakan batas operasional sementara, yaitu batas operasional yang membatasi digging mingguan atau mingguan.
Letak dan tempat
Berada melintang didalam pit, yang membatasi ruang kerja penggalian exavator mingguan. Satu batas melintang didalam pit akan memberi batasan antara satu panel dengan panel berikutnya, atau satu area digger dengan digger yang lain
Design Ramp
Merupakan titik titik rencana jalan.
Disetiap titik tersebut akan terdapat cut (potong) atau fill (timbun) dalam setiap pitanya. Maksud dan tujuannya adalah, agar jalan yang dibentuk dapat benar2 masuk dalam grid (kemiringan jalan) yang aman (standart grid jalan 8% atau 3.6*)
Letak dan tempat
Merada di dalam / luar pit yang akan dibikin (rencana) jalan
Crest
Merupakan ujung lereng bagian atas
Letak dan tempat
Disebut juga batas bench (jenjang). Jika terdapat pita merah sekitar 2-4 meter didepan tebing, maka untuk menurunkan kelayer berikutnya dimulai dari titik tersebut.
Toe
Merupakan ujung lereng bagian bawah
Letak dan tempat
Berada di bawah tebing, jika sudah sesuai dengan kedalaman dan kemiringan (slope) yang sudah diinginkan.
Cek Elevasi
Merupakan pita cek ketinggian tanah
Letak dan tempat
Berada didaerah operasional tambang, merupakan pengecekan ketinggian tanah guna monitoring pit. Di pita tersebut akan tertulis ketinggian actual penggalian, dan berapa meter lagi tanah harus digali, atau berapa meter lagi akan ketemu batubara.
Diharapkan dengan ini, penggalian selalu flat (rata), agar mudah dalam monitoring, digging, dan pembentukan bench ke level berikutnya.
Konfirmasikan pada pengawas jika terjadi kejanggalan atau ketiadaan batas penggalian. Dengan adanya batas batas tersebut diharapkan kita dapat bekerja dengan baik, efektif tidak terjadi overcut ( kelebihan penggalian ) atau under cut (kekurangan penggalian). Begitu juga pembuangan over bourden yang lebih teratur dan terarah.