| REGISTRATION | ||||||
|
| CONTRIBUTOR | ||||
|
| FRIENDS BLOG | ||
|
| POPULARITY CHECK | |||||
|
FOR MEMBERS: ENTER HERE
| www.dwsurveyor.com | Copyright © 2011, DwSurveyor All Rights Reserved. Privacy Policy |
DONATOR LIST:
Toni
Indrawan
Dwi Bintoro
Thanks to all donators
Total user Terdaftar
374
Original
Merupakan permukaan asli tanah sebelum mengalami penggalian.
Top Soil
Lapisan tanah paling atas, yang mempunyai tingkat pelapukan yang tinggi, dan bisa ditumbuhi tumbuhan
Umumnya sekitar 0.5 sampai 1 meter
Sub soil
Lapisan tanah kedua yang masih mengalami pelapukan
Ketebalan sesuai tingkat pelapukan material
Over Bourden
Lapisan tanah yang menutup di atas batubara (single seam)
Inter Bourden
Lapisan tanah yang berada diantara batubara seam 1 dan berikutnya (multiple seam)
Seam
Adalah penamaan dari lapisan batubara
Tidak ada hokum yang pasti mengenai nama seam tergantung dari siapa yang menamai
Cleat
Retakan-retakan batubara, ada dua macam
Tighten cleat (cleat tertutup) bisa diketahui jika dipukul baru pecah
Open cleat (cleat terbuka) retakan jelas terlihat dan kadang dilokasi dekat dengan permukaan terisi oleh material lain (lempung)
Parting
Adalah pita pita material lain yang berada didalam batubara
Umumnya 2 mm sampai 15 cm, lebih dari 15 cm dianggap inter bourden
Coaly Shale / Shally Coal
Adalah serpih (lempung serpih) yang masih mengandung batubara
Umumnya berada di atas dan di bawah lapisan batubara
Volume
Bcm (bench cubic meter) merupakan volume material insitu (asli) dalam satuan meter. Misal over bourden di tambang
Lcm (lose cubic meter) merupakan volume material lepas (berupa bongkahan) dalam satuan meter. Misal batubara di stock pile (jety)
Ccm (compacted cubic meter) merupakan volume material pindahan yang sudah terpadatkan. Misal volume material di disposal
SR (striping ratio)
Merupakan perbandingan antara pendapatan batubara ( ton ) dengan over bourden ( bcm )
Misal : SR 14 berarti untuk mendapatkan 1 ton batubara harus mengupas 14 cubic ob