www.dwsurveyor.com MINING SURVEY TUTORIAL-SOFTWARE DATA PROCESSING TUTORIAL-INDONESIAN LAND SURVEYOR CENTER
WWW.DWSURVEYOR.COM
tutorial dasar surveyor tambang


FOR MEMBERS: ENTER HERE

 





Dwsurveyor.com By admin, Surveyor Tambang di Indonesia Rating: 4.5 out of 5 Sharing Ilmu Survey dan Pemetaan. Untuk Kemajuan Surveyor Indonesia.




DONATOR LIST:

Toni
Indrawan
Dwi Bintoro


Thanks to all donators








Total user Terdaftar 374

 

 

 


 

Istilah-istilah Material Galian Dalam Pertambangan

 

Original

Merupakan permukaan asli tanah sebelum mengalami penggalian.

 

Top Soil

Lapisan tanah paling atas, yang mempunyai tingkat pelapukan yang tinggi, dan bisa ditumbuhi tumbuhan

Umumnya sekitar 0.5 sampai 1 meter

 

Sub soil

Lapisan tanah kedua yang masih mengalami pelapukan

Ketebalan sesuai tingkat pelapukan material

 

Over Bourden

Lapisan tanah yang menutup di atas batubara (single seam)

 

Inter Bourden

Lapisan tanah yang berada diantara batubara seam 1 dan berikutnya (multiple seam)

 

Seam

Adalah penamaan dari lapisan batubara

Tidak ada hokum yang pasti mengenai nama seam tergantung dari siapa yang menamai

Cleat

Retakan-retakan batubara, ada dua macam

Tighten cleat (cleat tertutup) bisa diketahui jika dipukul baru pecah

Open cleat (cleat terbuka) retakan jelas terlihat dan kadang dilokasi dekat dengan permukaan terisi oleh material lain (lempung)

 

Parting

Adalah pita pita material lain yang berada didalam batubara

Umumnya 2 mm sampai 15 cm, lebih dari 15 cm dianggap inter bourden

 

Coaly Shale / Shally Coal

Adalah serpih (lempung serpih) yang masih mengandung batubara

Umumnya berada di atas dan di bawah lapisan batubara

 

Volume

Bcm (bench cubic meter) merupakan volume material insitu (asli) dalam satuan meter. Misal over bourden di tambang

Lcm (lose cubic meter) merupakan volume material lepas (berupa bongkahan) dalam satuan meter. Misal batubara di stock pile (jety)

Ccm (compacted cubic meter) merupakan volume material pindahan yang sudah terpadatkan. Misal volume material di disposal

 

SR (striping ratio)

Merupakan perbandingan antara pendapatan batubara ( ton ) dengan over bourden ( bcm )

Misal : SR 14 berarti untuk mendapatkan 1 ton batubara harus mengupas 14 cubic ob